kajian ilmu
Murtad dari Dirimu Sendiri
Rahasia Puncak Tauhid adalah โMurtad dari Dirimu Sendiriโ
Puncak dari tauhid adalah
โKetika manusia tidak lagi menyembah dirinya sendiri.โ
Bukankah kita sudah menyembah Allah...?
Banyak manusia mengira mereka menyembah Allah,
Padahal sebenarnya mereka masih menyembah dirinya sendiri.
Mereka masih bangga dengan amalnya.
Masih merasa dirinya baik.
Masih merasa dirinya suci.
Padahal selama manusia masih merasa โaku yang beribadah"
Sebenarnya โakuโ itu masih menjadi berhala dalam dirinya.
Tauhid bukan hanya mengatakan:
โTidak ada Tuhan selain Allah.โ
Tetapi juga memahami:
Tidak ada yang benar-benar memiliki wujud selain Allah
Allah berfirman:
> ููููู ุดูููุกู ููุงูููู ุฅููููุง ููุฌููููู
โSegala sesuatu akan binasa kecuali wajah-Nya.โ
(QS. Al-Qashash: 88)
Segala sesuatu akan lenyap.
Yang abadi hanyalah Allah
โYang dimaksud murtad di sini bukan keluar dari agama.โ
Tetapi keluar dari penyembahan terhadap dirimu sendiri.
Keluar dari ego.
Keluar dari rasa memiliki.
Keluar dari keakuan.
Ketika manusia berhenti menyembah dirinya
barulah ia benar-benar menyembah Allah
Rasulullah ๏ทบ pernah bersabda:
> ุฅููููููู ู ุณูุชูุฑููููู ุฑูุจููููู ู ููู ูุง ุชูุฑููููู ููุฐูุง ุงููููู ูุฑู
โKalian akan melihat Tuhan kalian sebagaimana kalian melihat bulan purnama ini.โ
(HR. Bukhari & Muslim)
โBulan terlihat jelas karena langit bersih.โ
Begitu pula Allah.
Ia tidak pernah jauh.
Yang menutupinya hanyalah ego manusia.
Jika ego itu runtuh
maka hati menjadi jernih.
Dan di dalam kejernihan itu manusia mulai memahami satu rahasia:
bahwa Allah selalu hadir.
Selama manusia masih berkata:
โAku yang hidup.โ
Ia belum memahami rahasia tauhid.
Tetapi ketika ia menyadari:
Hidup ini hanyalah titipan
Dirinya hanyalah bayangan
Maka ia mulai memahami:
Yang benar-benar hidup hanyalah Allah
Puncak dari tauhid adalah
โKetika manusia tidak lagi menyembah dirinya sendiri.โ
Bukankah kita sudah menyembah Allah...?
Banyak manusia mengira mereka menyembah Allah,
Padahal sebenarnya mereka masih menyembah dirinya sendiri.
Mereka masih bangga dengan amalnya.
Masih merasa dirinya baik.
Masih merasa dirinya suci.
Padahal selama manusia masih merasa โaku yang beribadah"
Sebenarnya โakuโ itu masih menjadi berhala dalam dirinya.
Tauhid bukan hanya mengatakan:
โTidak ada Tuhan selain Allah.โ
Tetapi juga memahami:
Tidak ada yang benar-benar memiliki wujud selain Allah
Allah berfirman:
> ููููู ุดูููุกู ููุงูููู ุฅููููุง ููุฌููููู
โSegala sesuatu akan binasa kecuali wajah-Nya.โ
(QS. Al-Qashash: 88)
Segala sesuatu akan lenyap.
Yang abadi hanyalah Allah
โYang dimaksud murtad di sini bukan keluar dari agama.โ
Tetapi keluar dari penyembahan terhadap dirimu sendiri.
Keluar dari ego.
Keluar dari rasa memiliki.
Keluar dari keakuan.
Ketika manusia berhenti menyembah dirinya
barulah ia benar-benar menyembah Allah
Rasulullah ๏ทบ pernah bersabda:
> ุฅููููููู ู ุณูุชูุฑููููู ุฑูุจููููู ู ููู ูุง ุชูุฑููููู ููุฐูุง ุงููููู ูุฑู
โKalian akan melihat Tuhan kalian sebagaimana kalian melihat bulan purnama ini.โ
(HR. Bukhari & Muslim)
โBulan terlihat jelas karena langit bersih.โ
Begitu pula Allah.
Ia tidak pernah jauh.
Yang menutupinya hanyalah ego manusia.
Jika ego itu runtuh
maka hati menjadi jernih.
Dan di dalam kejernihan itu manusia mulai memahami satu rahasia:
bahwa Allah selalu hadir.
Selama manusia masih berkata:
โAku yang hidup.โ
Ia belum memahami rahasia tauhid.
Tetapi ketika ia menyadari:
Hidup ini hanyalah titipan
Dirinya hanyalah bayangan
Maka ia mulai memahami:
Yang benar-benar hidup hanyalah Allah