kajian ilmu
Najis yang menempel di hati
Bacalah dengan hati
pada suatu malam seorang pemuda sedang berjalan sendirian.
Lantas ia melihat seekor anjing berjalan ke arahnya.
Anjing itu cuek saja beejalan, tidak menghiraukannya.
Namun ketika jarak anjing itu makin dekat dan akan berpapasan dengannya, Pemuda tersebut mengangkat gamisnya,
khawatir tersentuh anjing yang najis itu.
Spontan anjing itu berhenti dan memandangnya.
Entah bagaimana sang pemuda seperti mendengar anjing itu berkata padanya,
*"Tubuhku kering dan tidak akan menyebabkan najis padamu. Bila pun engkau merasa terkena najis, engkau tinggal basuh 7x dengan air dan tanah, maka najis di tubuhmu itu akan hilang. Namun jika engkau mengangkat gamismu karena menganggap dirimu yang berbaju badan manusia lebih mulia, dan menganggap diriku yang berbadan anjing ini najis dan hina, maka najis yang menempel di hatimu itu tidak akan bersih walau kau basuh dengan 7 samuderaβ. *
Pemuda tersentak dan minta maaf.
Lalu sebagai permohonan maafnya dia mengajak anjing itu untuk bersahabat dan berjalan bersama.
Tapi si anjing itu menolaknya.
Engkau tidak pantas berjalan denganku. Mereka yang memuliakanmu akan mencemoohmu dan melempari aku dengan batu. Aku tidak tahu mengapa orang-orang menganggapku begitu hina, padahal aku berserah diri pada Allah Sang Pencipta wujud ini.
Lalu anjing itu pun berjalan meninggalkan pemuda tersebut yang masih terdiam,
Ya Allah...
untuk berjalan dengan seekor anjing ciptaan-MU saja aku tak pantas. Bagaimana aku merasa pantas berjalan dengan-MU, ampuni aku dan sucikan hatiku dr najis, Ya Allah
pada suatu malam seorang pemuda sedang berjalan sendirian.
Lantas ia melihat seekor anjing berjalan ke arahnya.
Anjing itu cuek saja beejalan, tidak menghiraukannya.
Namun ketika jarak anjing itu makin dekat dan akan berpapasan dengannya, Pemuda tersebut mengangkat gamisnya,
khawatir tersentuh anjing yang najis itu.
Spontan anjing itu berhenti dan memandangnya.
Entah bagaimana sang pemuda seperti mendengar anjing itu berkata padanya,
*"Tubuhku kering dan tidak akan menyebabkan najis padamu. Bila pun engkau merasa terkena najis, engkau tinggal basuh 7x dengan air dan tanah, maka najis di tubuhmu itu akan hilang. Namun jika engkau mengangkat gamismu karena menganggap dirimu yang berbaju badan manusia lebih mulia, dan menganggap diriku yang berbadan anjing ini najis dan hina, maka najis yang menempel di hatimu itu tidak akan bersih walau kau basuh dengan 7 samuderaβ. *
Pemuda tersentak dan minta maaf.
Lalu sebagai permohonan maafnya dia mengajak anjing itu untuk bersahabat dan berjalan bersama.
Tapi si anjing itu menolaknya.
Engkau tidak pantas berjalan denganku. Mereka yang memuliakanmu akan mencemoohmu dan melempari aku dengan batu. Aku tidak tahu mengapa orang-orang menganggapku begitu hina, padahal aku berserah diri pada Allah Sang Pencipta wujud ini.
Lalu anjing itu pun berjalan meninggalkan pemuda tersebut yang masih terdiam,
Ya Allah...
untuk berjalan dengan seekor anjing ciptaan-MU saja aku tak pantas. Bagaimana aku merasa pantas berjalan dengan-MU, ampuni aku dan sucikan hatiku dr najis, Ya Allah