📅 Senin, 26 Oktober 2026
14 Jumadil Awal 1448 H

MAJELIS ALKAUTSAR INDONESIA

kajian ilmu

Dunia melalaikan akhirat

Dunia ini sering kali hadir seperti bayangan, makin kita kejar, makin ia menjauh, namun jika kita berbalik menuju Allah, ia akan mengikutimu.

Betapa sering kita menghabiskan waktu, tenaga, dan air mata untuk sesuatu yang akan kita tinggalkan, sementara akhirat rumah abadi yang pasti kita tuju, sering kali hanya mendapat sisa-sisa waktu dan khusyuk kita.

Kita kerap terjebak dalam prasangka bahwa nikmat Allah hanya sebatas harta, tahta, atau kemewahan. Padahal, napas yang masih mengalir pelan saat ini, jantung yang terus berdetak tanpa perlu kita perintah, serta hidayah untuk masih mau mengingat-Nya adalah nikmat raksasa yang tidak bisa dinilai dengan seluruh isi bumi.

Allah SWT mengingatkan kita dengan lembut dalam Al-Qur'an:
"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)." (QS. Ibrahim: 34)

Renungan untuk Hati yang Lelah
- Dunia Itu Sementara, Akhirat Itu Selamanya Segala kemewahan dan kegemparan dunia akan meredup pada hari ketika mata kita terpejam untuk terakhir kalinya. Rumah megah, kendaraan indah, dan pujian manusia tak ada yang ikut masuk ke dalam liang lahad, kecuali kain kafan dan amal shalih.

- Syukur Adalah Pengikat Nikmat
Mengeluh hanya akan mempersempit dada, sedangkan bersyukur membuka pintu keberkahan yang tak terduga.

Bersyukur bukan hanya di lisan dengan mengucapkan Alhamdulillah, tetapi juga dengan menggunakan mata untuk melihat kebaikan, hati untuk menjauhi iri, dan tubuh untuk bersujud.

- Memperbaiki Arah Langkah
Jangan sampai kita menjadi orang yang baru tersadar betapa berharganya waktu ketika sakaratul maut tiba dan kita memohon untuk dikembalikan ke dunia hanya demi bersedekah satu kali.

Mari kita niatkan setiap langkah duniawi kita sebagai bekal pulang menuju akhirat.