📅 Senin, 26 Oktober 2026
14 Jumadil Awal 1448 H

MAJELIS ALKAUTSAR INDONESIA

kajian ilmu

Kalau diundang Allah, kenapa tidak berjumpa

Kalau diundang ALLAH, kenapa tidak berjumpa...?

Haji sebagai puncak ibadah umat Islam, berkumpul ditanah suci melaksanakan ibadah dengan satu tujuan agar bisa merasakan kedekatan dengan Allah, bisa berjumpa dengan Allah.

Wukuf di Arafah bukan sekedar menunggu kekosongan, bukan menunggu waktu habis, tapi menunggu turun nur Allah SWT yang Maha Agung.

Kalau kita diundang oleh Bupati misalnya,
yang membuat undangan bupati,
di undang ke pendopo atau rumahnya, tentu bisa dipastikan kita akan berjumpa dengan bupati.

Begitu juga kalau kita diundang oleh Presiden,
yang membuat undangan presiden dan itu merupakan undangan resmi dan kita di undang ke istana negara,
bisa dipastikan bahwa kita akan berjumpa dengan presiden.

Jika Kita tidak berjumpa dengan presiden ada kemungkinan undangan yang kita terima palsu,
presiden tidak pernah mengundang kita atau kita tidak mengenal sama sekali sosok presiden.

Lalu bagaimana dengan TRAGEDI SATU KELOMPOK GAGAL HAJI...???
mungkinkah itu pertanda bahwa ada yang mencoba membuat UNDANGAN PALSU...?
tapi ketahuan...???

Demikian halnya dengan menunaikan ibadah Haji dan Umrah memenuhi undangan Allah,
berapa banyak di antara jamaah haji dan umrah yang konon kabarnya memenuhi undangan Allah tapi tidak pernah berjumpa dengan Allah.

"Bahkan sampai ada yang terlantar dengan berbagai masalah"

Dimana salahnya...?
- Apakah undangan yang kita terima palsu
- Apakah kita tidak mengenal Allah sama sekali dan hanya sekedar tahu
- Apakah kita memaksakan diri untuk mendapatkan undangan dengan berbagai cara, padahal kita tidak diundang..?
- Apakah dengan memiliki uang dan harta yang cukup kita merasa bisa...?
- Apakah anda merasa bahwa undangan ALLAH bisa diukur dengan harta dan kekayaan..?

Orang yang di undang Allah,
datang sebagai tamu Allah di Baitullah tentu akan disambut oleh Allah dengan suka cita,

Allah akan memperlakukan tamu-Nya dengan sangat baik.
Permohonan para tamu akan dikabulkan sebagai wujud kasih dan sayang-Nya.

Namun dari seluruh orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah,
berapa orang yang benar-benar memiliki pengalaman berjumpa dengan Allah...?,
berdialog dengan sang pemilik ka’bah, TUHAN yang dituju oleh segenap hamba.

Seluruh orang yang datang menunaikan ibadah haji dan umrah tentu saja akan disambut oleh Allah SWT tanpa kecuali.
Tapi pertemuan dengan Allah antara satu dengan lainnya memiliki tingkatan yang berbeda.

Sebagian merasakan Allah begitu dekat ketika mereka berdekatan dengan ka’bah, ketika mencium hajarul aswad atau ketika berada di padang arafah,
mereka menangis merasakan kehadiran Allah.
Perasaan itu yang sulit untuk dijelaskan.

Tapi semua meyakini dan merasakan akan perasaan tersebut.
Bagi yang sudah mencapai tahap makrifat kepada Allah, perasaan itu bukan sekedar perasaan tapi bisa berupa kepada pertemuan yang begitu di dambakan.

Harus di ingat bahwa...
Allah itu tidak berada di ka’bah,
tidak berada di mesjid atau tempat suci lainnya di muka bumi,
dia berada di hati hamba-Nya yang lembut dan tenang.
Dia bersemayam dalam diri hamba yang dikasihi-Nya,
disanalah Dia berada.

HImbauan kepada saudaraku yang diundang ALLAH...
- Jangan sia-siakan undangan ALLAH yang engkau terima
- gunakan waktu dan kesempatan selama ditanah suci untuk fokus dan konsentrasi beribadah
- manfaatkan kesempatan ibadahmu untuk introspeksi, koreksi dan memperbaiki diri
- Jangan sibukkan dirimu dengan berselfie dan berfhoto ria,
Sedikit saja ada ria engkau bisa tergelincir dan ibadahmu jadi sia-sia.
- matikan dan non aktifkanlah alat komunikasi anda selama ibadah disana,

Jangan sampai mudharat yang akan menimpa, bukan saja ibadah anda yang terganggu dan jangan sampai handphone anda mengganggu kekhusu`an ibadah oranglain.