πŸ“… Senin, 26 Oktober 2026
14 Jumadil Awal 1448 H

MAJELIS ALKAUTSAR INDONESIA

kajian ilmu

Ghibah

Ghibah menggunjing bukan sekadar khilaf lisan yang sepele, melainkan dosa besar yang menggerogoti amal ibadah tanpa disadari.

Bagi siapapun yang sudah berkali-kali diingatkan namun tetap memelihara kebiasaan buruk ini dan menutup telinga dari nasihat, sadarilah beberapa peringatan keras dari Al-Qur'an dan As-Sunnah berikut:

1. Anda Sedang Memakan Bangkai Saudara Sendiri
Allah menggambarkan pelaku ghibah dengan perumpamaan yang amat menjijikkan.

Setiap kali Anda membicarakan keburukan orang lain, secara rohani Anda sedang mengunyah daging saudara Anda yang sudah mati.
QS. Al-Hujurat: 12
Wajhnya: "Dan janganlah mencari-cari keburukan orang lain dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya..."

2. Kebangkrutan Hakiki di Hari Kiamat (Muflis)
Pahala shalat, puasa, dan sedekah yang Anda kumpulkan bertahun-tahun akan ditransfer secara gratis kepada orang-orang yang Anda ghibahi.

Jika pahala Anda habis, dosa orang yang Anda ghibahi akan dipikul ke pundak Anda hingga Anda dilemparkan ke neraka.
HR. Muslim no. 2581
Rasulullah ο·Ί bersabda: "Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat membawa pahala shalat, puasa, dan zakat.

Namun ia juga datang membawa dosa mencela si ini, menuduh si ini, memakan harta si ini, dan menggunjing si ini... Maka pahalanya diberikan kepada orang-orang tersebut."

3. Siksaan Pedih: Mencakar Wajah Sendiri di Neraka
Jika nasihat manusia sudah tidak lagi mempan, bayangkan ancaman fisik nyata yang telah disaksikan langsung oleh Nabi Muhammad ο·Ί saat Isra Mi'raj.
HR. Abu Dawud no. 4878
Rasulullah ο·Ί bersabda: "Ketika aku diisra'kan, aku melewati suatu kaum yang memiliki kuku-kuku dari tembaga, mereka mencakar wajah dan dada mereka sendiri. Aku bertanya: 'Siapakah mereka wahai Jibril?' Jibril menjawab: 'Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia (ghibah) dan merusak kehormatan orang lain.'"

4. Bahaya Terkunci dari Hidayah (Kerasnya Hati)
Menolak nasihat saat diperingatkan dari dosa ghibah adalah tanda berbahaya bahwa hati Anda telah membatu. Allah memalingkan orang-orang yang sombong dari kebenaran.
QS. Al-A'raf: 146
"Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku..."

Hentikan mencari pembenaran seperti "Tapi ini kan kenyataan!"β€”karena membicarakan kenyataan yang tidak disukai saudaramu itulah definisi ghibah. Jika yang dibicarakan tidak nyata, itu adalah fitnah (HR. Muslim no. 2558).

Tutup mulut Anda sebelum Allah yang menghentikan detak jantung Anda dalam keadaan membawa hutang kehormatan pada sesama manusia. Berhentilah sebelum seluruh pahala kebaikan Anda habis tak tersisa.