kajian ilmu
Sungguh hina diri ini sebagai hamba
Hidup ini sering kali terasa menghimpit bukan karena beban yang terlalu berat, melainkan karena dada kita yang terlalu sempit untuk menerima ketentuan-Nya.
Saat ujian datang silih berganti, entah itu berupa sempitnya rezeki, rumitnya masalah hidup, maupun sakit yang tak kunjung sembuh, hati kerap kali merasa menjadi manusia paling tertimpa musibah di dunia.
Padahal, jika dibanding-bandingkan, seluruh sakit dan kesulitan itu tak ada seujung kuku dibanding lautan nikmat yang telah Allah curahkan sepanjang hidup kita.
Nafas yang masih berembus gratis, penglihatan yang masih dapat menikmati keindahan bumi, serta detak jantung yang tak pernah berhenti,
semua itu adalah fasilitas hidup dari Allah yang sering kali dianggap angin lalu.
Kita begitu mahir membesar-besarkan satu penderitaan, namun begitu mudah melupakan ribuan kebaikan-Nya.
Sungguh hina diri ini sebagai hamba:
- Di saat senang dan lapang, Kita merasa seolah semua keberhasilan adalah hasil jerih payah diri sendiri. Kita terlena dengan kenikmatan dunia, sampai-sampai bersujud pun tergesa-gesa, bahkan melupakan Dia yang memberi kehidupan.
- Di saat sempit dan terdesak, Baru saat itulah kita bersimpuh melempar iba, menyebut nama-Nya dalam derai air mata, dan datang mencari-cari keberadaan-Nya.
Namun, betapa Maha Pengasihnya Allah. Meskipun dijadikan pilihan terakhir, Allah tidak pernah berpaling dan tidak pernah menutup pintu-Nya. Janji-Nya tetap teguh dalam Al-Qur'an:
βBarang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.β
(QS. At-Talaq: 2-3)
Sedekah merupakan Obat dan Penawar Setiap Masalah
Jika saat ini beban hidup terasa melumpuhkan, bukalah pintu pertolongan Allah melalui sedekah. Rasulullah ο·Ί bersabda:
βObatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.β
(HR. Ath-Thabrani)
Sedekah bukan sekadar memberi sisa harta, melainkan bukti ketundukan dan penawar atas sesaknya jiwa. Namun, agar sedekah menjadi pembebas dari masalah, perhatikanlah adabnya:
- Jangan Berhitung dengan Allah, Berikanlah yang terbaik tanpa rasa takut akan kekurangan.
Ingatlah bahwa apa yang ada di tangan kita akan musnah, tetapi apa yang kita keluarkan di jalan Allah akan abadi dan kembali dalam bentuk keberkahan yang berlipat ganda.
- Jauhi Riya dan Al-Mann (Menyebut-nyebut Pemberian), Jangan biarkan pahala sedekah lebur hanya karena ingin dipuji manusia atau merasa jumawa.
Biarlah tangan kanan memberi tanpa perlu diketahui oleh tangan kiri.
Kembalilah kepada Allah sebelum dipaksa kembali oleh keadaan.
Dekati Dia di kala lapang, niscaya Dia akan menggenggam jemari kita di kala sempit.
Lapangkan hatimu, basahi lidahmu dengan istigfar, dan alirkan rezekimu untuk sesama,
sebab bagi Allah, tidak ada masalah yang tak memiliki jalan keluar.
Saat ujian datang silih berganti, entah itu berupa sempitnya rezeki, rumitnya masalah hidup, maupun sakit yang tak kunjung sembuh, hati kerap kali merasa menjadi manusia paling tertimpa musibah di dunia.
Padahal, jika dibanding-bandingkan, seluruh sakit dan kesulitan itu tak ada seujung kuku dibanding lautan nikmat yang telah Allah curahkan sepanjang hidup kita.
Nafas yang masih berembus gratis, penglihatan yang masih dapat menikmati keindahan bumi, serta detak jantung yang tak pernah berhenti,
semua itu adalah fasilitas hidup dari Allah yang sering kali dianggap angin lalu.
Kita begitu mahir membesar-besarkan satu penderitaan, namun begitu mudah melupakan ribuan kebaikan-Nya.
Sungguh hina diri ini sebagai hamba:
- Di saat senang dan lapang, Kita merasa seolah semua keberhasilan adalah hasil jerih payah diri sendiri. Kita terlena dengan kenikmatan dunia, sampai-sampai bersujud pun tergesa-gesa, bahkan melupakan Dia yang memberi kehidupan.
- Di saat sempit dan terdesak, Baru saat itulah kita bersimpuh melempar iba, menyebut nama-Nya dalam derai air mata, dan datang mencari-cari keberadaan-Nya.
Namun, betapa Maha Pengasihnya Allah. Meskipun dijadikan pilihan terakhir, Allah tidak pernah berpaling dan tidak pernah menutup pintu-Nya. Janji-Nya tetap teguh dalam Al-Qur'an:
βBarang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.β
(QS. At-Talaq: 2-3)
Sedekah merupakan Obat dan Penawar Setiap Masalah
Jika saat ini beban hidup terasa melumpuhkan, bukalah pintu pertolongan Allah melalui sedekah. Rasulullah ο·Ί bersabda:
βObatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.β
(HR. Ath-Thabrani)
Sedekah bukan sekadar memberi sisa harta, melainkan bukti ketundukan dan penawar atas sesaknya jiwa. Namun, agar sedekah menjadi pembebas dari masalah, perhatikanlah adabnya:
- Jangan Berhitung dengan Allah, Berikanlah yang terbaik tanpa rasa takut akan kekurangan.
Ingatlah bahwa apa yang ada di tangan kita akan musnah, tetapi apa yang kita keluarkan di jalan Allah akan abadi dan kembali dalam bentuk keberkahan yang berlipat ganda.
- Jauhi Riya dan Al-Mann (Menyebut-nyebut Pemberian), Jangan biarkan pahala sedekah lebur hanya karena ingin dipuji manusia atau merasa jumawa.
Biarlah tangan kanan memberi tanpa perlu diketahui oleh tangan kiri.
Kembalilah kepada Allah sebelum dipaksa kembali oleh keadaan.
Dekati Dia di kala lapang, niscaya Dia akan menggenggam jemari kita di kala sempit.
Lapangkan hatimu, basahi lidahmu dengan istigfar, dan alirkan rezekimu untuk sesama,
sebab bagi Allah, tidak ada masalah yang tak memiliki jalan keluar.